Menurut Prabowo, ada beberapa tantangan yang nantinya akan dihadapi oleh Indonesia ke depan. Mengingat Indonesia merupakan anggota G20 dan juga negara yang tingkat perekonomiannya menempati urutan ke 16 di dunia, ia beranggapan posisi Indonesia telah menjadi perhatian dunia.
"Kita menghadapi masalah yang cukup serius, salah satunya adalah tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia setiap tahunnya. Itu berarti kita harus menyiapkan makanan, pekerjaan, pendidikan dan lain-lain terus menerus," kata Prabowo menjelaskan.
Tidak hanya itu saja. Prabowo juga menyinggung permasalahan sumber daya energi Indonesia yang terbatas dan bergantung dari impor.
"Crude oil kita menurun. Kalau tidak ditingkatkan produksinya, dalam 12 tahun crude oil kita akan habis total," kata Prabowo menjelaskan.
Di sisi lain, perubahan iklim, pemerintahan yang lemah dan penuh korupsi juga menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi Prabowo untuk merumuskan strategi yang mumpuni untuk menjawab segala tantangan tersebut. Melihat posisi Indonesia yang berada di dua benua dan dua samudra, menurut Prabowo, apa yang terjadi di wilayah pasifik tentunya akan berpengaruh terhadap situasi domestik Indonesia.
"Politik luar negeri tidak bisa lepas dari keadaan domestik," kata Prabowo menambahkan.
Prabowo percaya, dirinya memiliki 'window of opportunity' yang mampu menjawab tantangan-tantangan global tersebut.
Acara yang diprakarsai oleh The Indonesian Council on World Affairs (ICWA) merupakan kegiatan yang sudah direncanakan dari tahun lalu. Diketuai oleh Ibrahim Yusuf, ICWA tidak berniat untuk mengikuti atau mendukung calon presiden manapun. ICWA akan selalu profesional dan netral dalam bersikap.
"Kita hanya ingin memfasilitasi diskusi dan tukar pandangan tentang hubungan internasional Indonesia. Kami juga mengundang capres lainnya untuk datang," kata Ibrahim.
ICWA didirikan 27 tahun lalu pada 2 Desember 1997. Diinagurasikan oleh Ali Alatas dan Joop Ave, ICWA dibentuk untuk menaikkan kesadaran dan membuat komunitas internasional mengerti kebijakan di Indonesia khususnya, dan di bidang hubungan internasional umumnya.
"ICWA independen dan berdedikasi untuk mempromosikan kerjasama internasional dan menyediakan forum untuk berdiskusi. Kita juga membantu para duta besar untuk memberikan kebijakan luar negeri negara mereka masing-masing," kata Ibrahim.
"SBY sudah berbicara 5 kali di forum ini. Tiga kali sebelum menjadi presiden dan dua kali setelah menjadi presiden," kata Ibrahim melanjutkan.
Dengan begitu, Ibrahim berharap bila kelak Prabowo menerima kepercayaan dan mandat untuk menjadi pemimpin, Prabowo juga akan muncul di forum ICWA kembali.
Selain itu, forum ini juga dibuat untuk memberikan kesempatan kepada publik agar bisa mendengar visi misi dari kandidat presiden.
"Saya percaya kita bisa lihat masa depan kebijakan publik yang akan diambil, yang akan ditemui di level internasional dengan forum ini," kata Ibrahim
(/vid)










































