Optimisme Gerindra ini diungkapkan oleh Ketua Umum Suhardi saat dihubungi, Senin (30/6/2014). Menurutnya, dukungan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah itu bisa mendongkrak peningkatan suara di Jawa Tengah untuk Prabowo.
"Sekarang kondisinya mirip tahun 2009," kata Suhardi.
Pada 2009, PDIP berhasil memenangi Pileg di wilayah Jateng. Namun ketika Pilpres, PDIP kalah. "Dan sekarang kondisinya mirip. PDIP menang di Pileg, namun Pilpresnya belum tentu," kata Suhardi.
Gerindra menyatakan kemenangan pasangan Prabowo-Hatta di Pilpres 2014 juga akan ditentukan oleh soliditas koalisi. Malahan, faktor ini dipandang penting sebagai jaminan kemenangan.
"Saya hitungannya lebih pada partai koalisi. Kalau partai koalisi solid, maka kita masih bisa unggul. Koalisi Gerindra 90 persen solid," ujar Suhardi.
Jawa Tengah dikenal sebagai basis suara kuat untuk PDIP. Sebelumnya, Wasekjen PDIP sekaligus Jubir Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, menilai merapatnya Rustri ke kubu Prabowo justru bisa menjadi pertanda buruk, yakni kekalahan Prabowo-Hatta.
"Meskipun bergabung dengan Prabowo, Mbak Rustri justru akan menunjukkan arah kekalahan," kata Hasto.
(dnu/trq)











































