Berdasarkan siaran pers yang diterima detikcom, Senin (30/6/2014) modus dari penipuan ini adalah dengan meminta uang kepada para pejabat melalui sambungan telepon dengan mengaku sebagai Denny. Aksi ini marak dalam 1-2 bulan terakhir.
Sang penipu telah berulangkali melakukan aksi pencatutan. Beberapa nama yang telah dihubungi antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan, Wakil Menteri Kebudayaan dan Setjen Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Rahman Hakim.
"Pelaku meminta sejumlah uang dengan mencatut nama Wamenkum HAM. Tak tanggung-tanggung, rata-rata uang yang diminta sebesar Rp 250 juta," terang Denny.
Parahnya lagi, si penipu tidak hanya mengaku sebagai Denny Indrayana, tetapi juga kerap mengaku sebagai ajudan Wamenkum HAM bernama Andi dengan nomor ponsel 082312577287 atau 02136821796. Beberapa pejabat negara pun telah dihubungi dengan nomor ini seperti Wakil Menteri Perhubungan, Sekjen Kemhan dan Sekjen Kemendagri.
"Dulu sewaktu saya Staf Khusus Presiden dan Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, nama saya juga sering dicatut penipu yang pada ujungnya pasti meminta uang," kisahnya.
"Ketika seleksi Dirjen Pemasyarakatan, ada peserta yang dihubungi oleh orang yang mengaku sebagai saya dan menjanjikan bahwa peserta tersebut yang terpilih sebagai Dirjenpas dan akan diajak ke Cikeas untuk menghadap presiden. Untungnya peserta tersebut mengklarifikasi ke kantor saya sehingga tidak sampai tertipu," lanjut Denny.
Terkait dengan modus penipuannya yang baru dengan mencatut nama ajudannya, Denny menjelaskan dirinya tidak pernah memiliki ajudan dengan nama tersebut. Adapun nama ajudannya yang kini bertugas adalah Kusno dan Fengki.
"Siapapun yang menelepon mengatasnamakan saya dan ujungnya meminta uang, pasti adalah penipuan," tegasnya.
(aws/mad)











































