"Ha ha ha, tanyakanlah yang lain, mereka hadir bersama. Saya meminta BUMN dalam membangun gedung negara agar tidak di-mark up, dijaga kualitasnya, karena gedung DPR itu lambang. Kerjasama yang baik, menghadapi swasta," jawab Marzuki dalam pesan tertulis kepada detikcom, Senin (30/6/2014).
Teuku Bagus sebelumnya menyebut nama Marzuki di persidangan Anas Urbaningrum. Dia ditanya soal masalah proyek grand design gedung DPR.
"Saya dipanggil ke DPR. Adhi Karya diminta untuk mengalah ke PT PP saja terkait grand design DPR. Marzuki Alie kan bagian dari PP. Marzuki pernah kerja di PP, artinya ada kedekatan," ucap Bagus.
"Bagaimana tahu kedekatan Marzuki dengan PT PP?" tanya Anas.
"Banyak yang cerita. Termasuk Munadi Herlambang dan Mukhayat sendiri cerita," jawab Bagus.
Marzuki sudah pernah diperiksa terkait gedung baru ini. Dia mengaku pernah ditanya soal pembangunan gedung, selain soal Kongres Partai Demokrat (PD) di tahun 2010.
(mad/ndr)











































