Survei Jadi 'Senjata Perang', Ini Strategi Kubu Jokowi

Survei Jadi 'Senjata Perang', Ini Strategi Kubu Jokowi

- detikNews
Senin, 30 Jun 2014 15:43 WIB
Survei Jadi Senjata Perang, Ini Strategi Kubu Jokowi
Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai di masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden saat ini hasil survei seolah menjadi alat perang.

Masing-masing tim suskes capres-cawapres menggunakan hasil survei itu untuk meyakinkan calon pemilih. Misalnya calon pemilih akan kian terpikat ketika sosok seorang politisi memiliki elektabilitas tinggi.

Saat ini menurut Hasto, capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla masih memiliki tingkat keterpilihan paling tinggi. Meski ada sejumlah lembaga survei yang berkebalikan. Perbandingannya menurut Hasto, 7 lembaga survei memenangkan Jokowi, dan 3 lainnya memenangkan Prabowo.

Namun 'kemenangan' Jokowi di 7 lembaga survei itupun dengan selisih tipis. Tim pemenangan capres yang diusung koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKPI itu pun harus bekerja keras untuk memenangkan pilpres.

"Di golden time ini kami akan meningkatkan kewaspadaan," kata Hasto saat berbincang dengan detikcom, Senin (30/6/2014).

Tim pemenangan Jokowi-JK menurut Hasto akan merapatkan barisan, memastikan mesin politik partai pendukung koalisi bekerja maksimal.

Menurut Hasto, tim pemenangan Jokowi-JK tak menafikan hasil survei. Namun mereka memiliki keyakinan tersendiri terkait popularitas Jokowi. Dari survei internal, mantan Wali Kota Surakarta itu unggul atas Prabowo dengan selisih 10-12 persen.

Selain angka elektabilitas hasil survei tersebut, tim pemenangan Jokowi-JK juga melihat fenomena di lapangan. Hasto mencontohkan, tiap kali 'blusukan' ke masyarakat Jokowi selalu dikerumuni warga. "Warga berkumpul menyambut Jokowi secara sukarela tanpa dibayar dan dimobilisasi, berbeda dengan capres lainnya," kata Hasto.

Fenomena sambutan dari masyarakat inilah menurut Hasto yang akan menjadi diperhatikan oleh tim pemenangan Jokowi-JK. "Di golden time ini kami akan melebur, menyatu langsung bersama rakyat," papar Hasto.

(erd/van)


Berita Terkait