Timses Jokowi-JK: Hatta Terlalu Banyak Bicara 'Akan'

Timses Jokowi-JK: Hatta Terlalu Banyak Bicara 'Akan'

Riyan Samutra - detikNews
Senin, 30 Jun 2014 15:23 WIB
Timses Jokowi-JK: Hatta Terlalu Banyak Bicara Akan
(Foto: Riyan/detikcom)
Jakarta - Debat putaran keempat antar cawapres Jusuf Kalla (JK) dan Hatta Rajasa, Minggu (29/6), berlangsung cukup 'gregetan'. Dalam debat yang mengusung tema 'Pembangunan Sumberdaya Manusia dan IPTEK' itu Hatta dinilai terlalu banyak menggunakan kata 'akan', sehingga terasa kurang konkret.

"Debat semalam dari kubu Prabowo-Hatta kembali mengunakan metode yang sama yaitu menggunakan kata 'akan'. Contohnya, tentang dana research yang Pak Hatta bilang dari Rp 0,8 T 'akan' menjadi Rp 10 T. Kalau di (kubu) Jokowi-JK sendiri kalau menggunakan kata 'akan', jangankan Rp 10 T, Rp 20 T juga sanggup," ujar anggota Timses Jokowi-JK, Akbar Faizal, di Media Center Jokowi-JK, Jl Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2014).

Selain itu, politisi NasDem ini juga berpendapat Hatta terlalu sibuk meluruskan pernyataan Prabowo Subianto tentang kebocoran anggaran pada debat capres lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hatta terus-terusan membela Prabowo mengenai kebocoran anggaran. Hatta membela dengan mengatakan itu bukan kebocoran tapi potencial low. Padahal jelas-jelas di debat pertama Pak Prabowo menggunakan kata bocor bukan potencial low seperti yang dikatakan Pak Hatta," lanjutnya.

Di samping itu, Akbar juga merasa saat ini kubu Jokowi-JK tengah dikeroyok habis-habisan. Pasalnya, selain penurunan atribut partai oleh sejumlah aparat di daerah juga mulai gencarnya aksi pembagian politik uang (money politic).

"Hampir seluruh daerah (dilakukan money politic), kami sedang melakukan verifikasi terhadap daerah-daerah itu. Sekarang posisi Jokowi-JK terasa seperti dikeroyok ramai-ramai, seperti ada penurunan atribut kampanye di daerah oleh aparat. Intinya zaman sekarang, suara Anda itu sedang berada di posisi tawar dan siap dibeli. Jadi berhati-hati. Boleh terima uangnya tapi tetap coblos nomor 2," tutupnya.

(aws/van)


Berita Terkait