"Debat semalam dari kubu Prabowo-Hatta kembali mengunakan metode yang sama yaitu menggunakan kata 'akan'. Contohnya, tentang dana research yang Pak Hatta bilang dari Rp 0,8 T 'akan' menjadi Rp 10 T. Kalau di (kubu) Jokowi-JK sendiri kalau menggunakan kata 'akan', jangankan Rp 10 T, Rp 20 T juga sanggup," ujar anggota Timses Jokowi-JK, Akbar Faizal, di Media Center Jokowi-JK, Jl Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2014).
Selain itu, politisi NasDem ini juga berpendapat Hatta terlalu sibuk meluruskan pernyataan Prabowo Subianto tentang kebocoran anggaran pada debat capres lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, Akbar juga merasa saat ini kubu Jokowi-JK tengah dikeroyok habis-habisan. Pasalnya, selain penurunan atribut partai oleh sejumlah aparat di daerah juga mulai gencarnya aksi pembagian politik uang (money politic).
"Hampir seluruh daerah (dilakukan money politic), kami sedang melakukan verifikasi terhadap daerah-daerah itu. Sekarang posisi Jokowi-JK terasa seperti dikeroyok ramai-ramai, seperti ada penurunan atribut kampanye di daerah oleh aparat. Intinya zaman sekarang, suara Anda itu sedang berada di posisi tawar dan siap dibeli. Jadi berhati-hati. Boleh terima uangnya tapi tetap coblos nomor 2," tutupnya.
(aws/van)











































