SBY Minta Pejabat Selewengkan Bantuan Dikenai Sanksi
Sabtu, 25 Des 2004 16:07 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta aparat hukum tidak ragu-ragu mengusut kasus penyimpangan dana bantuan bagi korban bencana alam yang melibatkan pejabat pemerintahan. "Saya akan melindungi para pejabat yang telah bekerja siang malam, tetapi kemudian dituduh melakukan tindakan yang macam-macam. Namun, saya minta supaya diberi sanksi kalau terjadi penyimpangan," kata Kepala Negara dalam dialog dengan para jajaran Pemprov Papua dan Pemkab Nabire di Nabire, Sabtu (25/12/2004). Presiden mengingatkan, sebagai wujud komitmen pelaksanaan good government, pengelolaan bantuan bagai korban bencana alam harus dilakukan transparan dan akuntabel. Hal itu agar terbangun kepercayaan masyarakat yang menjadi korban terhadap pejabat yang menyalurkan bantuan."Supaya setiap bantuan makanan, obat dan tenda yang di salurkan dapat segera dimanfaatkan oleh para korban. Saling curiga harus dicegah. Tidak ada gunanya dalam menyalurkan bantuan," kata SBY.Lebih lanjut Presiden minta para pejabat di sektor perhubungan untuk mengambil tindakan guna mengatasi masalah transportasi di Nabire. Sebab saat ini di Jakarta dan Surabaya terjadi penumpukan barang bantuan akibat terbatasnya sarana transportasi. Usai dialog, secara simbolis Presiden menyerahkan bantuan berupa beras, susu, serta kursi roda untuk meringankan beban para korban. Bermalam di TendaPresiden didampingi istrinya, Ibu Ani Yudhoyono, tiba di Nabire sekitar pukul 10.30 WITA. Tujuan utama kunjungan ini adalah menengok keadaan para korban dan sarana infrastruktur yang rusak akibat gempa yang terjadi pada bulan lalu. Presiden juga meninjau 320 unit rumah sederhana tahan gempa yang dibangun Departemen Pekerjaan Umum pada Maret lalu. Meski telah mengalami dua gelombang gempa bumi yang terjadi sejak 6 Februari dan 26 November, ternyata bangunan tersebut terbukti benar-benar tahan gempa.“Presiden ingin ini menjadi proyek percontohan untuk daerah-daerah rawan gempa yang lainnya,” kata Andi Malaranggeng –juru bicara kepresidenan. Ikut dalam kunjungan ini adalah Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Perikanan dan Kelautan Fredy Numbery, serta Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf serta Gubernur Papua JP Salossa.Menurut rencana, malam ini Presiden dan rombongan akan menginap di tenda yang didirikan dalam lingkungan Markas Batalyon 753-Nabire. Markas tersebut merupakan salah satu bangunan yang mengalami kerusakan berat akibat gempa.
(lh/)











































