"Di Kuningan itu nanti di dekat Gedung Setiabudi. Kalau dari arah Warung Buncit ke arah Menteng, itu berarti sebelum Tugu 66," kata Akbar saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kuningan, Jakarta Besar, Senin (30/6/2014).
Masa pengetesan sistem ini tak akan diterapkan hanya di seluruh jalur di Rasuna Said. "Untuk ujicoba nanti, hanya ada satu gate di jalur lambat," kata dia.
Rencananya, masa ujicoba sistem ini dilakukan selama beberapa bulan. Saat ini perusahaan masih melakukan tahap persiapan membuat pondasi. "Mudah-mudahan bisa mulai sekitar Agustus. Ujicobanya antara 3-6 bulan," kata Akbar.
Beda dengan ERP yang diujicoba di jalur Sudirman, kali ini yang akan melakukan tes penerapan adalah perusahaan asal Norwegia, Q-free. "Mereka kerjasama dengan perusahaan IBM Indonesia," jelas Akbar.
Uji coba ini dilakukan hanya untuk mengecek sistem yang ditawarkan vendor bisa berfungsi artinya OBU yang ada di mobul bisa dideteksi ketika melintas di gerbang sensor. Menurut Akbar, sudah ada 6 perusahaan yang menyatakan minat ikut beautycontest pengadaan ERP.
Pemrov DKI Jakarta meminta vendor untuk memperagakan alat yang mereka tawarkan sebelum kelak ikut lelang. Saat ini yang paling cepat menyediakan alat yakni Kapsch di Jalan Sudirman dan Q Free di jalan Rasuna Said. Hingga saat ini jumlah tarif dan denda yang akan dikenakan juga masih belum ditentukan.
(ros/aan)











































