Buntut Bentrok Antar Pendukung Capres, Kapolda DIY Dimutasi

Buntut Bentrok Antar Pendukung Capres, Kapolda DIY Dimutasi

- detikNews
Senin, 30 Jun 2014 13:22 WIB
Jakarta - Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Haka Astana dimutasi dari jabatan yang diembannya. Pemutasian Haka diduga dilakukan setelah daerah yang menjadi tanggungjawabnya dilanda setumpuk masalah. Namun, Mabes Polri membantah mutasi tersebut terkait insiden-insiden yang terjadi di kota gudeg itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Boy Rafli Amar membenarkan perihak pemutasian Brigjen Haka. Menurut dia pemutasian tersebut justru merupakan bentuk promosi jabatan yang bersangkutan.

"Jadi promosi, itu adalah posisi yang nantinya akan menjadi bintang dua," kata Boy di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (30/6/2014).

Brigjen Haka nantinya menempati Staf Ahli Bidang Manajemen Kapolri. Diantara beberapa pejabat yang dimutasi, di level jenderal hanya Haka sendiri yang dimutasi diantara sederet perwira menengah kepolisian.

"Pergantian sifatnya rutin, tidak ada hal-hal lainnya kecuali dalam rangka penyegaran organisasi," papar Boy.

"Mutasi dilakukan karena pimpinan menilai bagus. Tidak ada masalah, kalau pun ada masalah terkait apapun yang terjadi di wilayah DIY itu tidak bisa disalahkan dari kepolisian saja," imbuhnya.

Beberapa waktu lalu terjadi tawuran antar para pendukung capres-cawapres di Yogyakarta. Akibatnya situasi sempat tegang di provinsi tersebut. Kasus menonjol lainnya adalah penyerangan terhadap rumah yang dijadikan tempat peribadatan oleh sekelompok orang.

Brigjen Haka menjabat sebagai Kapolda DIY menggantikan Brigjen Sabar Rahardjo yang dimutasi April 2013. Bergulir isu pemutasian Sabar merupakan buntut dari penyerangan LP Sleman oleh sekelompok oknum Kopassus.

(ahy/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads