Pangdam Siliwangi:
Jaringan Terorisme Sangat Kuat
Sabtu, 25 Des 2004 01:15 WIB
Bandung - Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Iwan R Sulandjana mengungkapkan jaringan terorisme sangat kuat. Mereka bisa melebur melalui beragam cara. "Jaringan terorisme sudah sangat kuat. Mereka istilahnya melebur dengan masyarakat dan pesantren melalui nikah, mencari istri. Saya menyangsikan apakah Azahari dan Noordin M Top itu ada atau tidak," ujarnya usai upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2004/2005 Polwiltabes Bandung di Lapangan Gasibu, Jl. Diponegoro, Bandung, Jumat (24/12/2004). Soal keberadaan UU 34/2004 tentang TNI dinilai Iwan, belum mampu mendorong kebebasan institusi TNI untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku terorisme di Indonesia. Setelah UU itu disahkan, masih dibutuhkan peraturan pemerintah (PP) untuk penjabarannya.Belum adanya PP itu, lanjut Iwan, menyebabkan setiap tindakan aparat TNI, khususnya Kodam Siliwangi untuk mengawasi dan memberantas tindakan yang dicurigai sebagai terorisme terhambat. Meski demikian, Kodam telah menyebar intel guna melakukan pengawasan aksi terorisme. Satu bulan lalu, jajaran Kodam berhasil menangkap orang yang dicurigai sebagai bagian dari kelompok terorisme di Cianjur Selatan. Namun, orang itu dilepaskan karena tidak ditemukan cukup bukti. Saat itu, pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian bersama dengan TNI."Saya tidak bisa memeriksa secara langsung. Yang penting tangkap dulu agen- agen yang kecilnya dulu," katanya. Apabila pemeriksaan dilakukan secara langsung oleh TNI, kata Iwan, dirinya khawatir akan dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia. "Kalau zaman dulu saya bisa periksa habis-habisan itu," tambahnya.
(rif/)











































