"Saya mau ganti arah kamera, satu kamera pengintai mau saya geser ke sudut pandang arah ke tempat kejadian kemarin," kata Nova yang akrab disapa Noriyu saat dihubungi, Minggu (29/6/2014).
Ada empat kamera pengintai yang berada di kediamannya. Saat kejadian pelemparan handuk pada Jumat (27/6), tidak satu pun kamera merekam aksi peneror.
Terkait teror ini, polisi dari Polres Jaksel sudah memeriksa 6 orang saksi yakni Noriyu, petugas keamanan komplek dan beberapa orang warga sekitar.
Kapolres Jaksel, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menyebut kejadian ini terjadi terjadi sekitar 15 meter dari kediaman Noriyu yang berada di Komplek Alam Segar VII, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel.
Kendaraan yang dirusak adalah Toyota Fortuner lama warna hitam B 1699 MS. "Kejadiannya ngga lama setelah mobil patroli polisi lewat karena kan ada patroli lingkungan," ujar Noriyu menduga pelaku teror adalah orang profesional.
(fdn/dha)











































