"Pada waktu itu kan ada pengurangan anggaran, dia di Komisi IX bertanggungjawab. Tapi saya tidak setuju apa yang dialaminya dengan tindakan itu," kata Ruhut di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (29/6/2014) malam.
Ruhut menganggap pemecatan itu bukan karena Noriyu dikabarkan memihak ke pasangan Jokowi-JK. Dia menilai PD memindahkan Noriyu karena masalah tugas saja.
"Bukan karena itu, karena tugas saja," kata Ruhut.
Politisi yang akrab disapa Noriyu itu sebelumnya adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan. Jumat (20/6) pekan lalu dia dicopot dari jabatan wakil ketua komisi karena menolak menandatangani dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Fraksi Partai Demokrat kembali berusaha membujuk Noriyu untuk menandatangani dukungan, namun tetap ditolak. Hasilnya Noriyu dimutasi ke komisi lain.
"Dalam waktu kurang dari seminggu, dipancung dua kali," kata Noriyu dalam akun Twitternya yang dikutip detikcom, Selasa (24/6).
(dha/fdn)











































