"Gerakan ini berangkat dari semacam kekhawatiran bahwa pemilu itu untuk memilih yang terbaik, namun seringkali pihak-pihak tertentu menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan," ujar Koordinator Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, Amarsyah.
Hal itu disampaikan pada acara โNonton Bareng (Nobar) Debat Cawapres bersama 100 Alumni ITB dan Pakar ITโ di Media Center Jokowi-JK, Jl. Cemara No.19, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/6/2014).
"Kenapa 2 juta? Karena kami tidak mau pakai 1 juta," kata anggota Komunitas Alumni Perguruan Tinggi M. Hidayat Nasution.
Hidayat menjelaskan, gerakan ini akan menyentuh tiga aspek, yakni anti kampanye hitam, anti politik uang, dan anti manipulasi suara. Alat yang dipakai adalah melalui situs www.2jutarelawan.com, aplikasi iWitness yang dalam waktu dekat bisa diakses dari berbagai platform smartphone, dan videografis yang akan diunggah di Youtube.
Gagasan ini sekaligus dibuat untuk memastikan bahwa KPU maupun kedua pasangan memahami bahwa relawan Jokowi-JK mengawasi seluruh proses tahapan pemilu, mulai dari pendataan pemilih, pemungutan suara, hingga penghitungan suara.
Dalam kesempatan ini dikenalkan pula aplikasi iWitness yang bisa diinstal di tiap smartphone. Menurut sang perancang sistem aplikasi, Sulthon Muhammad, aplikasi ini berfungsi untuk memonitoring jumlah hasil perhitungan suara pemilihan di masing-masing TPS suatu wilayah dengan konsep real count.
(Resty Armenia/fdn)











































