"Contohnya ya berbicara kalau Iptek itu harus bermanfaat untuk daya saing bangsa. Iptek itu digunakan untuk menjaga keutuhan sumber daya manusia. Iptek itu juga membuat bangsa kita itu jadi siap menghadapi era global. Itu faktual sesuai pengalalaman beliau sebagai Menristek," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2014).
Politikus Partai Golkar itu justru menganggap visi misi yang disampaikan Jusuf Kalla sudah basi dan belum ada yang baru. Seharusnya soal Iptek, disesuaikan dengan konsep tantangan yang bakal dihadapi masyarakat negara.
Contohnya, ketika Hatta menjanjikan peningkatan anggaran riset sebesar Rp 10 triliun dalam 5 tahun ke depan.
"Pak JK kan tidak berbicara itu. Persepsi dia soal iptek itu masih zaman dulu alias sudah jadul, basi. Kalau iptek itu harus bisa diaplikasikan dengan kondisi sekarang," sebut Wakil Sekjen Partai Golkar itu.
(hat/fdn)











































