Ibunda Kapten (Pnb) Adriadi:
Ia Anak Pintar, Baik dan Santun
Jumat, 24 Des 2004 22:28 WIB
Padang - Kedua orang tua Kapten (Pnb) Adriadi, korban kecelakaan Heli jenis Super Puma di Wonosobo tidak pernah menyangka akan kehilangan putranya. Dimata ibunya, Adriadi adalah sosok yang pintar, baik dan santun. Kini, semua tinggal menjadi kenangan."Dia itu orangnya pintar, baik dan santun," ujar Asmah Djulis ibunda Adriadi ketika menjemput jenazah putranya di di Lanud Tadig, Padang, Jumat (24/12/2004). Dengan terisak, ia mengungkapkan terakhir kali ke Padang, Adriadi menghadiri pernikahan adiknya, September 2004 lalu. Adriadi merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Sejak kecil, ia sangat menyukai hal-hal yang berbau teknik."Waktu kecil ia merakit sepeda sendiri," kata Asmah menerawang. Sementara, Cholidin Wahid ayahanda Adriadi mengatakan dirinya mengetahui kabar kecelakaan Heli naas itu dari menantunya. Ia sama sekali tidak menyangka putra kesayangannya menjadi salah seorang korban. "Jadi sebelum kejadian, kami tidak mendapat firasat apa-apa. Saya tahu pertama kali Adriadi meninggal dari istrinya yang menelepon ke rumah. Sebelumnya, kami sudah melihat berita di TV tapi tidak menyangka anak saya turut jadi korban," ungkapnya.
(rif/)











































