Menurut Syarifuddin, paman korban yang ditemui wartawan di RS Ibnu Sina, Syahrul dan teman-temannya terlibat bentrokan dengan kelompok remaja lainnya di depan fly over, persis di depan Graha Pena, jalan Urip Sumoharjo.
"Syahrul awalnya terkena lemparan batu di kepalanya, saat dia jatuh lawan-lawannya menghampiri lalu mengeroyoknya hingga tidak sadarkan diri," ujar Syarifuddin.
Syarifuddin menambahkan, pihak keluarganya mengikhlaskan kepergian keponakannya tersebut. Pihak keluarganya menuntut aparat kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyok yang menewaskan Syahrul.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Tri Hambodo menyebutkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan
terhadap kasus kematian Syahrul.
"Dari pengumpulan bahan keterangan di lapangan kami sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku pengeroyokan, termasuk hasil visum korban," pungkas Tri.
Selain di daerah Panakukang, aksi tawuran dua kelompok pemuda juga terjadi di jalan Abu Bakar Lambogo, sekitar pukul 04.00 wita. Beruntung dalam aksi ini tidak ada korban jiwa.
(mna/try)











































