"Saya kira itu survei sampai pada pertengahan bulan Juni yang tentunya survei itu terpengaruh juga dengan berbagai kampanye hitam yang sangat masif, kemudian munculnya publikasi di media yang sifatnya manipulatif dan juga Pak Jokowi memerintahkan ke kami untuk tidak membalas," kata Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo, saat diminta tanggapannya terkait survei Indo Barometer, di Posko Pemenangan Jokowi-JK, Jl. Sisingamangaraja, Jaksel, Minggu (29/6/2014).
Tjahjo menuturkan kubunya tetap melihat survei-survei tersebut secara obyektif. Jokowi, JK, dan timnya terus bekerja lebih keras untuk memenangkan pasangan nomor urut 2 itu di tanggal 9 Juli 2014 mendatang.
"Apapun hasil survei harus kita lihat juga secara obyektif, selama Pak Jokowi-JK turun, bagaimana respons masyarakat. Apapun hasil survei, Indo Barometer khususnya yang baru hari ini launching, akan kami cermati. Saya kira minggu keempat semua pasangan calon belum jalan dideteksi. Tapi saya yakin pemilih setia Pak Jokowi itu banyak diam, tidak ingin terprovokasi dan termanuver. Pak Jokowi dan timnya terus bergerak," ucap Sekjen PDIP ini.
Survei Indo Barometer sebelum memasuki masa kampanye, capres Jokowi masih unggul 13,5% atas Prabowo Subianto. Namun kini dua pekan menjelang Pilpres elektabilitas Prabowo mulai menguntit ketat Jokowi.
"Head to head calon presiden, Jokowi 45,3% dan Prabowo (42,9%). Suara belum memutuskan 11,7%. Head to head calon wakil presiden, Jusuf Kalla (44,6%) dan Hatta Rajasa (39,3%)," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam paparan hasil survei di Hotel Harris, Jl Dr Sahardjo No 191, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (29/6/2014).
Survei ini dilakukan pada tanggal 16 β 22 Juni 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang dengan margin of error sebesar Β± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia (berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan). Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner.
(imk/nrl)











































