"HAM-nya selalu diungkit terus. Saya tanya salah satu pelakunya, apa betul Prabowo yang memerintahkan Tim Mawar? Dia bilang tidak terlibat, hasil pengadilan itu menunjukkan atasannya langsung tidak terlibat sama sekali, tapi dikomunikasikan sebagai penculik, pembunuh dan sebagainya," sesal Dewan Penasihat Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Marzuki Alie, dalam paparan hasil survei Indo Barometer di Hotel Harris, Jl Dr Sahardjo No 191, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (29/6/2014).
Hasil survei Indo Barometer kali ini menempatkan Prabowo hanya tertinggal sekitar 4 persen atas Jokowi. Indo Barometer menyebut ada 6 faktor yang membuat Prabowo naik signifikan, antara lain soal kampanye dari mulut ke mulut yang efektif. Belakangan hasil survei ini dipertanyakan oleh kubu Jokowi-JK.
Kembali ke kisah Prabowo, Marzuki mengaku sempat mengobrol dengan Prabowo terkait masa kerjanya sebagai Danjen Kopassus. Kepada Marzuki, Prabowo mengatakan banyak yang cemburu dengan karier militernya kala itu.
"Dia cerita, karier saya (Prabowo) waktu itu bisa melompati orang-orang, jadi mereka sakit hati," ungkap Marzuki.
Sayang Prabowo tak menyebut siapa saja orang di barisan sakit hati itu. "Dia cerita, orang-orang ini siapa saja tapi dia nggak mau bicarakan. Dia nggak mau dibawa ke ruang publik, ini yang saya dapatkan ke Pak Prabowo," kata Marzuki.
Setelah menjadi besan Presiden Soeharto memang karier militer Prabowo (Akabri 1974) moncer. Sang ayah, Sumitro Djojohadikusumo, dalam buku biografinya menulis seorang jenderal yang sakti hati itu adalah Pangab Jenderal TNI Wiranto (Akabri 1969). Namun Wiranto secara terbuka telah menegaskan tak ada persaingan antara dirinya dan Prabowo, apalagi dirinya kala itu sudah menjabat Pangab dengan bintang empat di pundaknya.
(van/nrl)











































