Sebuah buku tergeletak di atas meja JK, dalam perjalanan kampanye-nya berkeliling Sumatera dan Kalimantan. Buku itu sering kali diambil oleh JK dari dalam tasnya, lalu kemudian dirinya duduk dan membaca buku berbahasa asing itu dengan tenang. Buku itu berjudul 'The Sum is Greater Than The Parts' yang berisi perkembangan ekonomi Indonesia di masa akan datang beserta tantangannya.
"Kita itu musti membaca. Membaca harus menjadi sebuah kebiasaan," kata JK membuka perbicangannya dengan detikcom beberapa waktu lalu.
Lulusan The European Institute of Business Administration, Perancis ini berbicara soal kegemarannya membeli dan membaca buku buku yang baru dibandingkan buku buku yang sudah lama. Menurutnya, buku-buku terbaru akan menyajikan informasi terbaru yang tidak diketahuinya. "Bisanya saya lihat tanggal penerbitannya dan membaca sinopsisnya lebih dahulu sebelum membeli buku," ucapnya.
Buku bertema biografi adalah buku yang paling disukai oleh JK, selain buku-buku soal bisnis dan ekonomi. Jhon F Kennedy dan Margaret Thatcher, Soekarno, dan Soeharto adalah beberapa buku biografi yang menjadi bagian dari koleksi di perpusatakaan pribadinya. Karena cintanya dengan budaya membaca, JK rela menyiapkan dua ruangan besar di dalam rumahnya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, untuk dijadikan perpustakaan. "Ini sudah menjadi kebiasaaan sejak dulu. Sekarang saya lebih banyak membaca soal politik, geografi, dan ekonomi karena pilpres," kata JK.
"Karena kalau kita tidak membaca pasti informasinya itu-itu saja yang berulang. Tidak ada hal yang baru," tambahnya.
Seringkali JK menolak diajak untuk pergi ke mall untuk berbelanja. Jika pun berangkat bersama anak dan cucunya, JK lebih memilih untuk singgah di toko buku untuk mencari bahan bacaan. Akan tetapi JK mengakui lebih banyak berbelanja buku di bandara-bandara yang disinggahinya.
Perkembangan budaya membaca pun tidak luput dari perhatian JK. Saat ini pameran buku dan penerbitan buku baru semakin banyak di Indonesia dan berbanding lurus dengan animo masyarakat untuk membeli buku dan menghadiri pameran buku. "Saya kasih nasihat, bacalah buku-buku yang kamu sukai terlebih dahulu. Apa pun itu," kata JK.
Untuk informasi berita, JK mengakui diirnya membaca sekitar 20 surat kabar per hari. Tidak hanya itu, diirinya juga membaca berota-berita yang beredar di sosmed dan internet. "Saya itu baca Kompas, MI, Detik, Tempo dan lain lain," ujarnya sambil tertawa.
(fiq/try)











































