Dua kelompok yang bertikai yakni dari kelompok Jalahong dan kelompok pemuda lorong Toko Rimo ini menggunakan roket petasan dan ketapel busur sebagai senjata. Keduanya saling serang di dalam lorong.
Aksi bentrokan yang sudah kerap terjadi ini dipicu dendam lama antar kedua kelompok yang masih bertetangga ini. Sebelumnya, pada 5 Juni
lalu, bentrok serupa juga terjadi antar dua kelompok ini, yang mengakibatkan beberapa rumah rusak terkena lemparan batu.
Hingga kini bentrokan masih terus berlangsung. Aparat Polsek Makassar belum berani membubarkan aksi perang kelompok yang dikhawatirkan bisa
menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu, sabtu malam tadi, sekitar pukul 23.00 wita, para pembalap liar dari kelompok geng motor beraksi di sekitar jalan Bandang, persis di depan SMK Negeri 4 Makassar. Warga pengguna jalur umum yang hendak melintas terpaksa mencari jalan pintas guna menghindari aksi balapan liar. Sayangnya aksi balapan yang tidak jauh dari Masjid Raya Makassar ini sepertinya dibiarkan oleh aparat kepolisian.
(mna/mpr)











































