"Itu adalah program Prabowo-Hatta untuk lima tahun ke depan. Tentu saja butuh proses. Tapi kita yakin bisa karena banyak hutan-hutan kita yang rusak dan paling tidak bisa dialihfungsikan jadi sawah. Saya kira di sini (Palu) juga di daerah lain ada banyak lahan-lahan tidur yang tidak terpakai," kata Fadli Zon kepada wartawan di Palu, Jumat (27/6/2014).
Hal disampaikan Fadli usai acara Rapimnas HKTI yang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Hatta. Dia berujar program itu adalah untuk mengatasi masalah kedaulatan pangan dalam negeri dengan cara menggenjot produksi.
Dengan 2 juta ha lahan sawah baru juga akan menimbulkan lapangan kerja baru. "Selain 2 juta lahan sawah, kita juga programkan penambahan lahan bioetanol. Jadi kedaulatan pangan dan energi ini digarisbawahi oleh capres Prabowo. Dengan adanya kedaulatan pangan kita yakin petani akan makmur," ujar Sekjen HKTI itu.
Anggota DPR dari Partai Demokrat yang juga Ketua Ketua Badan Pertimbangan Organisasi HKTI, Djafar Hafsah, kepada wartawan menambahkan ide Prabowo tak hanya sekedar bisa swasembada pangan tapi menjadi pengekspor. Dia yakin produksi produk pertanian nantinya akan melimpah sehingga Indonesia tak perlu mengimpor.
Maka selain menambah lahan sawah dan kebun, program yang akan dilakukan juga menambah dan memperbaiki saluran irigasi. "Untuk itu semua teknologi, permodalan, sarana produksi dan infrastruktur yang lain akan jadi perhatian. Disitulah kelebihan capres Prabowo karena perhatiannya penuh pada aspek pertanian dan kedaulatan pangan," kata dia di tempat yang sama.
(ros/fjr)











































