Galang Kiai dan Santri di DIY, Cak Imin: Jokowi-JK Harus Menang Mutlak

Galang Kiai dan Santri di DIY, Cak Imin: Jokowi-JK Harus Menang Mutlak

- detikNews
Jumat, 27 Jun 2014 19:19 WIB
Galang Kiai dan Santri di DIY, Cak Imin: Jokowi-JK Harus Menang Mutlak
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menargetkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menang mutlak dalam pilpres 9 Juli 2014 nanti.

Oleh karena itu, dia meminta para kiai kampung, anggota laskar santri dan warga ahlul sunnah wal jamaah se-DIY bekerja keras untuk memenangkan pasangan nomer urut dua.

"Jangan menang tipis, tapi menang mutlak," kata Muhaimin di hadapan para kiai kampung dan anggota laskar santri dalam acara silaturahmi Kiai Kampung se-DIY di Ponpes Al Munawwir, Krapyak, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, (27/6/2014) sore.

Menurutnya saat ini Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan basis PKB, basis NU dalam keadaan solid. Dirinya yakin warga PKB dan NU akan mendukung dan memenangkan Jokowi-JK.

Dia kemudian bercerita pengalamannya bersama KH Azis Mansyur mengapa PKB memutuskan mendukung Jokowi-JK. Selama hampir 1,5 bulan dia terus mengamati berbagai survei yang dilakukan beberapa lembaga.

"Saya kebagian yang menganalisa hasil survei di lapangan. Sedangkan Kiai Aziz yang urusan langit dan ternyata hasilnya cocok," ungkap dia.

Menurut Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, Jokowi adalah bagian kenyataan masyarakat sehari-hari atau bagian dari kehidupan sehari-hari. Jokowi adalah orang kampung yang tidak mempunyai jarak dengan masyarakat. Hal seperti itu sesuai dengan harapan masyarakat yakni ingin ada perubahan.

"Insya Allah tidak ada jarak dengan kita. Dia figur yang mampu menggerakkan potensi di masyarakat. Selama menjadi walikota di Solo dan gubernur DKI Jakarta, dia tidak berlama-lama di kantor tapi selalu di lapangan atau terjun langsung ke masyarakat," katanya.

Dia menambahkan pada awalnya ngotot untuk mencalonkan Mahfud MD. Namun ternyata hasil survei Jusuf Kalla di luar Jawa elektabilitasnya tinggi dan lebih tinggi dibanding Mahfud MD.

"Selain itu, pilihan ke Jusuf Kalla karena zakat mal-nya yang besar ke NU, PWNU dan lain-lain lebih besar. Kalau saya dan Pak Mahfud belum banyak," katanya.

(bgs/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini