Bawaslu 'Curhat' Soal Kerja Tangani Kasus Pemilu

Bawaslu 'Curhat' Soal Kerja Tangani Kasus Pemilu

- detikNews
Jumat, 27 Jun 2014 18:59 WIB
Jakarta - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson Simanjuntak prihatin dengan kampanye negatif antara kubu pasangan capres/cawapres. Penggunaan kampanye hitam malah akan mengganggu masyarakat.

"Maksud saya jangan dianggap lebih dari Tuhan ini, pasangan calon ini. Ngga enak ini, semua kerusakan yang terjadi di masyarakat ini kan sepertinya Bawaslu harus membenahi semua. Padahal kan nggak mungkin Bawaslu menyelesaikan ini," ujar Nelson di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2014).

Nelson 'curhat' situasi kampanye yang saling serang bukan hanya membuat masyarakat jenuh, tapi juga merepotkan para penyelenggara Pemilu.

Dia juga menyesalkan dengan kesan 'pemaksaan' dari kubu capres/cawapres yang selalu menginginkan aduannya ditindaklanjuti karena terbukti melakukan pelanggaran kampanye. Padahal Bawaslu melandasi kerjanya dengan Undang-Undang.

"Masyarakat menganggap Bawaslu ini seperti dukun. Jadi kalau orang sakit, kan dibawa ke dokter, nah itu dibawa ke dukun. Nah kalau dukun juga nggak sembuh, dibilangnya brengsek ini dukun," tuturnya.

"Saya kira harus, UU kita kan terus-terus dirombak-rombak. Hukum memang bisa mempengaruhi masyarakat, biasanya hukum seperti itu harus dengan penegakan sanksi yang keras (tegas)," tutupnya.

Nelson mengimbau tim ataupun pendukung dua kubu, menaati UU. "Hukum memang bisa mempengaruhi masyarakat, biasanya hukum seperti itu harus dengan penegakan sanksi yang keras (tegas)," ujar Nelson.

(aws/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads