"Jangan karena kecintaan pada calon kita, lalu kita menggunakan cara-cara hitam, fitnah yang dibuat dengan dalih dalam rangka pemenangan calon. Tapi semua ini hendaknya pada bulan suci ramadhan, stop, kita tanggalkan agar pesta demokrasi berjalan secara baik," kata Alwi Shihab dalam jumpa pers di Function Room, Apartemen Executive Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2014).
Kedua tim pemenangan harus bisa menjaga ibadah puasa masyarakat. Penggunaan kampanye hitam menurutnya merupakan dosa.
"Kampanye hitam yang sengaja menyebarkan fitnah, ini dosa yang sangat besar. Di dalam Alquran disebutkan fitnah lebih keji dari pembunuhan. Itu pada bulan biasa, apalagi bulan suci ramadan," terang lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir ini.
Bagi pendukung Jokowi-JK ini, kemenangan harus didapat dengan persaingan sehat. "Alangkah indahnya kemenangan diperoleh tanpa fitnah," ujarnya.
Kampanye hitam pada masa kampanye Pilpres ini meningkat. Dua pasangan capres sama-sama diserang melalui kabar negatif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
(fdn/fdn)











































