Politisi asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini mengatakan kubunya tengah menjalankan strategi dengan mengerahkan massa untuk bersosialisasi langsung ke masyarakat, terutama di pedesaan.
"Tidak apa-apa lah, kalau pun stagnan (hasil survei). Kami tidak merasa terancam. Terlihat kok publik semakin simpatik dengan kami meski banyak kampanye hitam. Karena Jokowi tidak membalasnya," terang Rio saat dihubungi detikcom melalui telepon, pada Jumat (27/6).
Sebelumnya, survei LSI pimpinan Denny JA pada Kamis (26/6), merilis elektabilitas Jokowi-JK mencapai 45 persen sementara Prabowo-Hatta 38,7 persen. Ada selisih 7 persen menurut LSI.
Rio juga mengatakan bahwa masyarakat saat ini lebih fokus pada sosok individu, bukan partai. "Tidak apa kalau di sini suara dari partai koalisi hanya 40 persen, sedangkan di sana 60 persen. Kami merangkul orang-orang di luar partai," tuturnya.
Di lain hal, seperti yang diketahui sebelumnya, beredar Tabloid Obor yang berisi kampanye hitam kepada Jokowi. Rio mempertanyakan siapa orang di belakang Obor Rakyat, tabloid yang berisi kampanye hitam terhadap Jokowi-JK.
"Memang, Setyardi sudah mengaku. Tetapi siapa di balik itu? Kok hanya menjelekkan kubu sini, kubu sana tidak?" tanya Rio. Demi menghalau kampanye hitam, Rio beserta timnya telah membuat tabloid "tandingan", yaitu "Kawan Jokowi" dan "Lentera".
"Tabloid ini isinya memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang sosok Jokowi. Kita sama sekali tidak menjelek-jelekkan kubu sebelah," jelas Rio.
(mad/ndr)











































