"Ngga bisa dibuka web-nya. Tadi pagi masih bisa, tapi jam 11 siang, saya buka lagi itu Web-nya sudah ngga bisa," kata Elsa, warga Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor saat ditemui di Kantor Disdik Kota Bogor, Jumat (27/6/2014).
Elsa, warga Bantarati, Kota Bogor, mengaku bingung dan stres dengan PPDB yang diselenggarakan oleh Kota Bogor. Pasalnya, selain Web PPDB online yang dimiliki Kota Bogor sulit dibuka, Elsa sempat dibuat bingung karena ia diminta meng-upload ulang persyaratan yang diminta ketika mendaftarkan anaknya.
"Saya sudah upload semua persyaratan termasuk nilai. Tapi ketika saya buka web lagi, saya diminta upload ulang nilai-nilai. Tapi pas buka lagi web-nya sudah engga bisa dibuka. Makanya saya datang ke sini (Disdik) mau tanya, apa benar kita harus upload ulang nilai-nilai hasil UN," kata Elsa yang ditemui di Disdik Kota Bogor.
"Saya takut kalau ngga upload ulang dianggap gugur. Ini benar-benar bikin stres. Anak saya juga ikut stres," tambahnya.
Hal serupa juga dialami Abdu Erlangga (15), warga Bantarjati, Kota Bogor yang mendaftar di SMA Negeri 7 Kota Bogor. Abdu mengaku tidak bisa mengakses web PPDB online Kota Bogor. "Web engga bisa dibuka, password saya tidak diterima. Saya ngga pernah ganti-ganti pasword," kata Abdu.
"Kemarin posisi saya masih aman. Saya mau cek lagi posisi saya, tapi webnya ngga bisa diterima," tambah Abdu.
Abdu yang mendaftar melalui jalur prestasi, juga merasa heran karena sertifikat yang dimilikinya dianggap palsu oleh tim verifikasi. "Masalah saya yang lain, sertifikat saya dianggap palsu. Padahal itu sertifikat benar, itu asli. Saya jadi juara umum, waktu itu perlombaan Paskibraka di SMA 6. Itu sertifkat asli," kata Abdu.
Hingga pukul 14.45 WIB, ratusan warga masih berkerumun di Kantor Disdik Kota Bogor, jalan Pajajaran, Kota Bogor. Belum ada penjelasan dari pihak panitia.
(try/try)











































