"Kalau memang dianggap melangggar, pertanyaannya kan melanggar siapa? Dhani kan tidak mengajarkan ismenya, dia hanya menggunakan kostumnya, tapi kostum itu juga tidak mengidentikkan dengan pahamnya dia, dia seorang seniman, dia bukan
seorang fasis," ujar Nurul di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Jumat (27/6).
Menurut politisi Golkar ini, seragam 'Nazi' yang dikenakan Ahmad Dhani sebagai pendukung Prabowo telah dipolitisasi sehingga menjadi ramai diperbincangkan. Untuk itu, Dhani tidak perlu minta maaf.
"Jadi kalau sampai minta maaf, saya pikir tidak perlu lah. Karena ismenya itu dia tidak mengajarkan sama sekali, dan tidak mempengaruhi orang lewat doktrin fasisme. Jadi saya kira tidak perlu minta maaf," kata Nurul membeberkan.
Bagi Nurul bahwa apa yang dilakukan Ahmad Dhani tersebut merupakan kreativitas seorang seniman. "Seniman itu liar, gagasan-gagasan dan idenya tak bisa dibatasi dengan satu aturan, karena seniman hidup dengan kreatifitasnya itu," kata Nurul.
(brn/brn)











































