JK bersama rombongan memulai tour Sumatera dan Kalimantan pada Selasa (24/6) kemarin selama lima hari ke depan. JK awalnya menyisir wilayah Lampung, Bangkulu, dan Kepulauan Riau.
Setelah menginap semalam di Batam, Rabu (25/6), rombongan kembali menuju ke wilayah Bandung, Jawa Barat. Hari itu JK dan rombongan akan berkampanye di Tasikmalaya, Garut, dan Kabupaten Bandung.
Pukul 17.00 WIB, setelah berkeliling Jabar, pesawat Athirah (nama pesawat JK) lepas landas menuju Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam. Pasawat terbang dengan ketinggian 25.000 kaki di atas permukaan laut. Pesawat baru saja mengudara sekitar 25 menit ketika penumpang berteriak.
"Allahu Akbar.. Astagfirullah," teriak para penumpang.
Pesawat ternyata mengalami turbulensi dan penumpang bak menaiki sebuah roller coster. Pesawat itu naik turun selama 20 menit hingga akhirnya kembali 'berlayar' di udara dengan tenang.
Hari berikutnya, Kamis (26/6), JK melanjutkan perjalanan menuju Semarang, Jawa Tengah dari Banda Aceh dengan terlebih dahulu transit bandara Halim Perdanakusuma dikarenakan JK harua melakukan pelaporan harta kekayaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saat terbang menuju Semarang dari Jakarta biasanya ditempuh dalam waktu 40 menit, tetapi kali ini perjalanan itu ditempuh hampir 2 jam. Saat masuk di atas langit Semarang, langit tiba tiba gelap dan hujan turun dengan derasnya.
"Visibility hanya kurang 1 kilometer dan itu sangat berbahaya," ujar Kapten Mario Indra Budi.
15 Kali pesawat JK harus berputar putar di atas langit Semarang. Sebelum diputuskan mendarat, awak pesawat sudah disampaikan bahwa pesawat akan kembali ke Jakarta karena situasi buruk.
Kapten Tatang Kurnia menginformasikan kembali bahwa pesawat tetap akan mendarat di Semarang. Pesawat turun diketinggian 3.000 kaki dengan pelan. Ketika melihat ke luar jendela pesawat, pemadangan di luar gelap, petir yang menyambar nyambar di balik awan dan tidak terlihat cahaya dari darat. Seketika itu juga seluruh penumpang diam dan pucat.
Di dalam pesawat saat itu, terlihat seorang rekan jurnalis yang menunduk dengan mulut berkomat kamit membaca doa keselamatan. Selang 15 menit dari informasi itu, pesawat akhirnya mendarat di landasan yang saat itu masih basah.
"Alhamdulillah," kata penumpang bersamaan ketika akhirnya pesawat mendarat dengan mulus.
Usai turun dari pesawat, Kapten Mario mengatakan ada bebeberapa pesawat yang memutuskan kembali ke tujuan asal atau mendarat di tempat lain akibat cuaca buruk ini.
"Kita harus hati-hati karena yang kita bawa adalah calon wakil kepala negara," kata Mario.
(fiq/mad)











































