Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan musibah itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB Kamis (27/6/2014), di Kecamatan Pabuaran dan Purabaya, Sukabumi. Kejadian bermula dari banjir bandang lalu diikuti longsor tebing setinggi 30-40 meter yang menimpa rumah penduduk.
"Tiga orang warga Dusun Cibojong RT 26 dan RT 27, Desa Cibadak Kec Pabuaran, Sukabumi tertimbun longsor. Hingga saat ini ketiga korban belum ditemukan," kata Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Kamis (27/6/2014).
Selain menimbulkan korban jiwa, sebanyak 2 unit rumah juga rusak berat. Sedangkan di Desa Sirnasari, menyebabkan 7 rumah rusak berat, 7 rusak sedang dan 1 jembatan rusak berat. Sekitar 500 jiwa dikedua desa tersebut saat ini masih mengungsi di rumah saudaranya dan di sekolahan.
"Akses menuju lokasi bencana di kedua desa tersebut sulit dijangkau, hanya kendaraan roda 4 dengan double gardan yang mampu mencapai lokasi. Jalan sempit dan licin. Perumahan dibangun pada daerah-daerah lereng perbukitan yang rawan tinggi dari longsor," paparnya.
Tim SAR dari BPBD Kab Sukabumi bersama TNI, Polri, Tagana, Sarda, PMI, Dinas Kesehatan dan masyarakat telah melakukan penanganan darurat. Evakuasi dihentikan pada malam ini dan akan dilanjutkan besok pagi.
"BPBD telah mendistribusikan makanan siap saji dan nasi bungkus. Posko Tanggap Darurat didirikan di rumah Kepala Desa Cibadak. Kebutuhan mendesak adalah tikar dan selimut pagi pengungsi karena udara dingin," ujarnya.
Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk memberikan pendampingan kepada BPBD Kab Sukabumi. Pendataan masih terus dilakukan. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor diimbau untuk tetap waspada akan potensi longsor.
"Curah hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi di wilayah Jawa Barat sehingga dapat memicu longsor. BPBD diimbau untuk terus meningkatkan sosialisasinya," ucap Sutopo.
(iqb/rvk)











































