Seperti diketahui dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku teroris kerap melakukan aksi perampokan untuk mendanai kejahatan. Ditambah lagi pelaku teroris yang ditangkap oleh Densus 88 di Setu masih satu jaringan dengan Santoso. Jika dilihat terdapat benang merah antara kedua peristiwa tersebut.
Namun dugaan tersebut dibantah oleh Kapolsek Cipayung, Kompol Cecep Subagja. Menurutnya perampokan kantor pos siang tadi murni aksi kriminal.
"Saya kira terlalu jauh jika dikaitkan dengan hal itu, karena hasil penyelidikan komplotan ini tidak memiliki rencana yang matang," ujar Cecep dikonfirmasi, Kamis (26/6/2014).
Menurutnya pelaku menjadi panik ketika salah satu karyawan pos yang berhasil melarikan diri. Hal ini menandakan komplotan ini masih amatir.
"Mereka bisa dibilang masih amatir, karena begitu diteriaki mereka langsung melarikan diri berbeda dengan teroris yang tidak segan terhadap korbannya," tuturnya.
Cecep mengatakan keterangan dari saksi aksi perampokan siang tadi berlangsung singkat. "Kronologisnya pelaku masuk langsung ke loket kemudian mengambil uang, kemudian mereka kabur ketika diteriaki rampok oleh karyawan yang berhasil melarikan diri," ungkapnya.
(edo/rvk)











































