Akbar Tandjung: Pak JK juga Pernah Pecat Kader Golkar

Akbar Tandjung: Pak JK juga Pernah Pecat Kader Golkar

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2014 22:29 WIB
Akbar Tandjung: Pak JK juga Pernah Pecat Kader Golkar
Foto: Tiga kader yang dipecat Golkar (dok.detikcom)
Jakarta - DPP Partai Golkar memberhentikan tiga orang kadernya karena mendukung pasangan capres Jokowi-Jusuf Kalla. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan pemecatan sebagai konsekuensi logis berpartai. Hal yang sama pernah dilakukan Jusuf Kalla.

"Saya pernah 2004 waktu itu, Pak JK pun pernah melakukan pemecatan terhadap Kamar Sutomat yang berasal dari Sulawesi yang mengkritisi sikap-sikap partai. Dia terkena pemecatan, akibatnya dia tidak bisa mengikuti pemilu anggota DPD. Pemilu 2014 ini dia masuk ke Gerindra," kata Akbar Tandjung.

Hal itu disampaikan usai deklarasi dukungan alumni HMI kepada Prabowo-Hatta di Kediaman Akbar Tandjung di Jalan Purnawarman, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (26/6/2014).

"Bukan saat ARB saja melakukan pemecatan, Pak JK juga pernah," tegasnya.

Akbar mengatakan, seharusnya setiap kader Golkar mempunyai sikap, persepsi, dedikasi dan loyalitas terhadap partai. Dalam konteks Pilpres 2014 ini, Golkar telah memutuskan mendukung pasangan Prabowo-Hatta, mestinya semua kader loyal dengan keputusan itu.

"Partai sudah mengingatkan kepada mereka atas putusan-putusan dan juga melakukan teguran, bahkan sudah diberikan sanksi di komisi yang sama. Tapi ternyata itu tidak diperhatikan dan didengar (oleh kader ini). Bahkan, ada lagi yang saya dengar akan melawan, silakan saja," paparnya.

"Pecat-pecat saja, itu bukan kader yang kita harapkan," tegas mantan ketum Golkar itu.

Akbar mempersilakan ketiga kader Golkar yang dipecat itu untuk mengajukan gugatan jika merasa keberatan. Ha itu menurutnya, masih sesuai dengan mekanisme partai.

"Yah kita silakan saja, gugatan-gugatan sejalan dengan parpol. Internal partai tidak setuju dia berikan kesempatan pembelaan. Dan forum pembelaan itu adalah di Munas. Dia (DPP) yang melakukan pemecatan, maka merekalah yang akan memberikan alasan-alasannya," ujarnya.

"Kalau seandainya Munas menyetujui jadi, nanti mereka ini akan direhabiltasi keanggotanya sebagai anggota Golkar," imbuh Akbar.

(iqb/gds)


Berita Terkait