"Saya ada laporan SMS. Dia laporkan di sekolah itu (SMA 3 Jakarta-red) bukan cuma ekskul itu yang itu yang disiksa, yang lain pun dia lakukan," kata Ahok saat diwawancarai wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).
Ahok menuding ada guru SMA 3 yang tahu bahwa ada penyiksaan di ekskul lain namun tidak berani melaporkan. Politisi Partai Gerindra itu pun berharap ada guru yang mau buka suara.
"Berarti ada guru tau kan cuma dia nggak berani. Entah karena anak pejabat atau apa, saya enggak tahu. Kadang-kadang di sekolah ngetop kan juga banyak anak pejabat, anak orang kaya dia suka belagu. Tapi kita nggak mau tau. Kalau salah sikat saja," tegas Ahok.
Ahok mengingatkan, para guru di sekolah harus jeli melihat mana siswa yang bermasalah. Selain itu juga harus berani melaporkan siswa-siswa yang bertindak di luar batas kewajaran.
"Kadang guru itu, masa sih kamu nggak tau mana anak yang bandel dan enggak bandel. Lihat matanya saja sudah tau mana bandit nggak bandit," pungkasnya.
(bar/trq)











































