Soal Bon Duit Rp 2 M, Anas: Ini Bon Bersejarah

Sidang Hambalang

Soal Bon Duit Rp 2 M, Anas: Ini Bon Bersejarah

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2014 19:07 WIB
Soal Bon Duit Rp 2 M, Anas: Ini Bon Bersejarah
Jakarta - Anas Urbaningrum menepis penerimaan duit total Rp 2,010 miliar dari PT Adhi Karya. Anas balik mempertanyakan pembuatan bon sementara yang keterangannya ditulis untuk dirinya.

"Ini bon bersejarah buat saya, karena itu harus didalami biar terang benderang,"ujar Anas memberi keterangan para saksi yang dihadirkan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Dengan gaya santai, Anas bertanya kepada saksi di antaranya M Arief Taufiqurahman (Eks Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Henny Susanti (Kasir Divisi Konstruksi I), Zaria Utama, staf pada divisi yang sama.

Anas mempertanyakan keterangan pada bon sementara yang diubah. Pada bon 19 April 2010, tercatat pengeluaran uang Rp 500 juta yang ditulis untuk keperluan Anas Urbaningrum terkait proyek RJA DPR.

Sedangkan dalam BAP Arief, keterangan bon menyebutkan proyek DPR grand design. Lantas Anas membandingkan dengan BAP Zaria Utama yang menyebut penulisan keterangan proyek RJA diganti oleh Kadiv Konstruksi I PT AK menjadi proyek grand design.

"Kenapa diubah?" tanya Anas ke Zaria. "Pak Teuku Bagus minta diubah tadinya RJA jadi grand design," sebutnya. "Tapi yang jelas proyek grand designbelum ada dan sampai sekarang belum ada," tuturnya.

Anas langsung menanggapi pengubahan keterangan ini dengan candaan. "Kalau ditulis Bejo, Bejo. Kalau ditulis Pak SBY, Pak SBY," kata dia.

Bekas Ketum Demokrat ini kembali mencecar pembuatan bon, kali ini kepada saksi Henny, kasir Divisi Konstruksi I PT AK. "Kedua, masih tentang bon lagi. Maaf majelis ini ilmu bon," sebutnya.

Anas bertanya mengenai penyerahan uang Rp 500 juta. Dia ingin membuktikan duit tidak diberikan ke dirinya. "Ini uang untuk Kongres Demokrat di Bandung?" tanyanya. "Pak Arief kan bilangnya (begitu). Yang tahu persis kan Pak Arief," dijawab Henny.

"Bilang uang ini untuk Anas?" lanjut mantan komisioner KPU ini. Henny menyebut Teuku Bagus saat itu hanya bicara soal Kongres Demokrat saat mengambil uang dari kas operasional perusahaan.

Selain itu Anas menepis penerimaan duit Rp 500 juta yang dalam bon sementara pada 1 Juni 2010 yang ditulis untuk Anas terkait 'sumbangan suara' Kongres Demokrat. "Saya ingin sampaikan ke Ibu, Kongres ditutup 22 Mei 2010 malam, jadi kalau ada bon 1 Juni sumbangan suara,itu perlu saya sampaikan informasinya kepada ibu," lanjut dia.

Anas juga membantah keterangan Arief yang mengutip pernyataan Machfud soal pertemuan di rumah Anas. Machfud menurut Arief bertemu Anas pada bulan puasa tahun 2010 untuk membantu PT AK yang mendapat tekanan dari anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang terkait keinginan Nazar meminta perusahaannya mundur untuk memenangkan PT Duta Graha Indah dalam lelang proyek Hambalang.

"Ingin saya sampaikan ke Pak Arief, pertemuan yang dimaksud tidak ada," ujar Anas

(fdn/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads