"Tantangan bangsa tak ringan, Asean Economy Community. kita harus perkuat ekonomi kita agar disegani. Mengurangi ketimpangan, pembangunan tak hanya di Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau lain," kata Hatta saat orasi di Pontianak Convention Center (PCC), Jl Sultan Abdul Rahman Saleh, Pontianak. Hatta tiba di lokasi sekitar 16.30 WIB, Kamis (26/6/2014).
Ia menyinggung pembangunan yang saat ini masih berpusat di kota-kota besar di Indonesia. Akibatnya, daerah-daerah di perbatasan Indonesia tak menjadi prioritas.
"Nggak boleh ada perbedaan mencolok di perbatasan," sambungnya.
Seperti diketahui, beberapa wilayah perbatasan Indonesia memang tak mengecap pembangunan daerah yang maksimal. Di wilayah Kalimantan Barat sendiri, ada kecamatan Entikong berada paling pinggir di kabupaten Sanggau, Kalbar yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia Timur.
Akses yang sulit menuju Pontianak membuat warga di kecamatan ini lebih memilih untuk menyeberang ke Malaysia. Untuk menuju ke Malaysia dapat mereka tempuh dengan berjalan kaki.
Dalam orasinya juga, Hatta memaparkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam oleh rakyat Indonesia.
"Saya dialog dengan Prabowo. Kita harus kelola SDA berkeadilan. Rakyat di sekitar harus dapat kemakmuran. Memaksa kita renegosiasi kontrak-kontrak yang tak berkeadilan. Hutan, sungai, laut, mineral, minyak, gas, bauksit, semua ada di Kalimantan. Kita harus kelola sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ini yang ingin kita perjuangkan,' ujarnya berapi-api.
(bil/mok)











































