"Masa liburan sekolah dan hari belanja diatur buka tutup karena kapasitas stasiun tidak dapat menampung jumlah penumpang," kata Kepala Humas Daops I Agus Komaruddin dalam pesan singkatnya tentang sistem buka tutup gerbang, Kamis (26/6/2014).
Kepala Stasiun Tanah Abang, Jajat, menjelaskan sistem buka tutup gerbang ini baru dilakukan sejak 3 hari lalu. Hal ini untuk mengontrol jumlah penumpang yang masuk ke stasiun.
Pantauan detikcom, nampak ratusan calon penumpang kereta berdiri di tangga menunggu gerbang stasiun ditutup. Antrean ini mengular hingga ke badan trotoar di depan stasiun.
Setiap gerbang dijaga 3 orang satpam. Gerbang dibuka setiap 15 menit hingga 30 menit tergantung dengan antrean di depan loket tiket.
Pemandangan antrean di luar gerbang tak jauh berbeda dengan yang terjadi di depan loket tiket KRL. Ratusan penumpang nampak menunggu dilayani oleh petugas KCJ.
Karena berdekatan dengan pusat grosir Tanah Abang, sebagian besar penumpang kereta membawa barang dalam jumlah besar dengan ukuran yang besar. Berulang kali pihak keamanan menegur perilaku penumpang yang membawa barang terlalu banyak ke dalam kereta.
"Bapak ibu ini kereta untuk orang ya bukan untuk barang" imbuh pihak keamanan daru pengeras suara.
Saat gerbang dibuka, ratusan penumpang ini berlarian untuk mengisi antrean depan loket. Pihak stasiun kembali mengingatkan warga agar berjalan dengan hati-hati
"Jangan lari, jangan lari, jalan saja bu," ujar pihak keamanan. Sayangnya, imbauan ini diacuhkan oleh penumpang yang tetap berlari.
Suasana di dalam stasiun pengap dan penuh sesak oleh penumpang. Kebanyakan penumpang naik kereta menuju Serpong dan Bogor.
(bil/mad)











































