Tuntutan tersebut antara lain mengangkat tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil tanpa tes serta memberikan subsidi sebesar Rp 1 juta setiap bulan kepada para tenaga kerja honorer.
Mereka menyatakan akan mendukung Prabowo dan Hatta apabila bersedia menandatangani kesepakatan dengan FPHI.
"Kami akan tunggu sampai tanggal 1 Juli ini. Kalau Prabowo mau tanda tangan, kami akan mengerahkan sebanyak 1.725.000 anggota FPHI untuk pilih Prabowo. Kalau tidak bersedia, kami akan netral," kata Ketua FPHI Mukhlis.
Lebih dari 200 orang anggota FPHI terlihat memadati markas pemenangan Prabowo-Hatta di Rumah Polonia, Jakarta Timur, pada Kamis (26/6).
FPHI terdiri dari tenaga kerja honorer dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas dari mereka adalah guru.
Sampai saat ini mereka belum mendapatkan kepastian dari Prabowo apakah akan mengabulkan permintaan mereka atau tidak. "Kita minta terus agar beliau komitmen terhadap janji kepada guru honorer seluruh Indonesia," tutur Muklis.
Sebelumnya, Mukhlis dan kawan-kawan telah mendapatkan tanda tangan dari pimpinan Fraksi Gerindra di DPR yaitu Ahmad Muzani dan Edhy Prabowo sebagai dukungan untuk tuntutan mereka tersebut. Namun, dukungan yang diterima pada 14 Maret 2014 itu belum menuai tindakan yang lebih lanjut dari Parbowo.
Adapun Deputi Relawan Tim Sukses Prabowo-Hatta Brigjen Purn Sutrisno mengatakan akan menyampaikan tuntutan itu kepada Prabowo. "Akan kita lihat dulu bagaimana dari Pak Prabowo. Tentu saja apa yang disampaikan akan jadi pertimbangan pokok," ujarnya di Rumah Polonia.
(brn/brn)











































