"Biasanya sih KRL memang penuh, tapi menjelang Ramadan tambah penuh sesak penumpangnya," kata Fauzan Adhi Sasmita, seorang karyawan yang sering naik KRL di stasiun besar tersebut kepada detikcom, Kamis (26/6/2014).
Fauzan mengatakan kepadatan sangat parah terjadi Rabu (25/6) kemarin sekitar pukul 16.10 WIB. Saat itu stasiun ini sangat penuh sehingga penumpang harus berdesak-desakkan untuk bisa naik ke kereta.
"Selain pekerja banyak juga yang belanja di Pasar Tanah Abang lalu naik KRL," katanya.
Fauzan menyatakan, banyak penumpang merupakan para ibu yang baru saja belanja tekstil untuk Lebaran di Pasar Tanah Abang. Mereka banyak membawa barang-barang belanjaan. "Banyak juga yang belum pernah naik KRL sehingga banyak yang belum tahu menggunakan gate elektronik," katanya.
Saking padatnya, petugas sampai harus memberlakukan sistem buka tutup saat naik di tangga stasiun itu. Hal ini untuk mencegah kepadatan penumpang ke gate elektronik bertambah parah. "Jadi seperti di Puncak saja pakai sistem buka tutup, ini biar tidak tambah penuh stasiunnya," katanya.
Fauzan menyarankan pintu sebelah utara di Stasiun Tanah Abang dibuka saat sore. Hal ini disebabkan hanya ada satu pintu, yaitu pintu selatan, yang dibuka saat sore hari.
"Saya pernah tanya ke petugas kenapa yang di pintu utara tak dibuka. Tapi dia bilang memang perintahnya tidak boleh dibuka," katanya.
(nal/nrl)











































