Dalam kesempatan pidato, Sambari Halim mengingatkan agar warga Gresik berpartisipasi dalam Pilpres 9 April nanti.
"Saya menyampaikan titipan pesan KPU. Bapak ibu diminta untuk hadir ke TPS-TPS terdekat untuk menyalurkan aspirasi demi masa depan Indonesia," kata Sambari di Musala Ponpes Mambaus Solihin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Kamis (26/6/2014).
Sambari menegaskan dirinya datang dalam acara tersebut karena diundang. Ia tidak bermaksud berkampanye karena masih berada pada jam dinas dan masih mengenakan seragam. Meski begitu, secara tidak langsung Sambari menunjukkan pilihannya berada pada pasangan nomor urut 1.
"Saya daritadi sengaja pegang mic dengan 2 tangan. Kalau satu tangan saya biasanya selalu begini (mengacungkan-acungkan jari telunjuk)," ujar politikus Golkar ini.
Selain sebagai kebiasaan gerakan tubuh, mengacungkan jari telunjuk juga memiliki makna sebagai tanda nomor satu. Gerakan tersebut juga biasa dipakai Prabowo-Hatta dan para pendukungnya untuk mengajak masyarakat memsilih pasangan nomor satu.
Sabrani juga menjelaskan teknis bagaimana pencoblosan di TPS. Sekali lagi secara tersirat Sabrani menunjukkan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Hatta.
"Nyoblos 4 tidak sah, nyoblos 3 juga tidak sah, apalagi nyoblos 2. Yang sah itu nyoblos satu," ujar Sambari diiringi tepuk tangan para hadirin yang hadir pada acara tersebut.
"Insya Allah bapak cocok dengan pilihan saya," imbuhnya.
(ear/trq)











































