"Jika Jokowi tetap menang atau jika ia dilewati Prabowo selisih dukungan capres-cawapres potensial di bawah 5 persen," kata peneliti LSI Fitri Hari di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (26/6/2014).
LSI Denny JA memprediksi pemenang pilpres pada 9 Juli nanti akan mendapatkan dukungan suara sebesar 51 sampai 53 persen. Sementara lawannya akan memperoleh 47 sampai 49 persen.
"Jika melihat hasil tren, Prabowo dapat mengambil pendukung Jokowi, tetapi pada akhirnya Jokowi tetap unggul dengan selisih 5%," papar Fitri.
Hasil survei LSI Denny JA yang dirilis hari ini menyebut elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mencapai 45 persen, sementara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 38,7 persen.
Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan 2.400 responden pada 1-9 Juni 2014 menggunakan metode multistage random sampling. Margin error survei ini 2 persen.
Dari persentase tersebut, LSI Denny JA menyebut masih banyak pemilih galau, yaitu sebesar 32,2%. Angka itu terdiri dari 16,3% pemilih yang belum memutuskan, 8,1% pemilih Jokowi-JK yang masih ragu dan 7,8% pemilih Prabowo-Hatta yang masih ragu.
(erd/nrl)











































