"Sebenarnya Ruhut itu ditegur oleh Pak SBY via SMS. Sayang SMS-nya tidak boleh dipublikasikan. SMS itu ditembuskan ke Pak Amir Syamsuddin," ujar Max dalam diskusi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).
Menurut Max, yang salah dari Ruhut adalah mencatut nama SBY dalam deklarasi dukungan kepada Jokowi-JK. Padahal SBY telah menentukan sikap untuk netral dalam Pilpres 2014.
"Seolah-olah kan Pak SBY main dua kaki. Kamu ke sana, Ruhut ke sini. Ini kan tidak benar," imbuh Max.
Max menambahkan, hanya pasangan Prabowo-Hatta yang mempresentasikan visi dan misi di hadapan peserta Rapimnas PD. Saat itu pun disepakati bahwa visi dan misi Prabowo-Hatta sejalan dengan PD.
"Saat Rapimnas pun ada 22 persen yang ingin bergabung dengan Prabowo-Hatta. Saya tekankan bahwa Ruhut tak pernah dapat restu dari Pak SBY," pungkas Max.
Sebelumnya, Ruhut mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-JK pada Senin (23/6/2014). Ia mengaku telah menemui langsung SBY dan mendapat restu merapat ke capres/cawapres nomor urut dua itu.
(bpn/bar)











































