Menurut Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Tjahjo Kumolo, hal ini dilakukan untuk memaksimalkan perolehan suara di Sumatera. Karena ada beberapa wilayah di Sumatera yang belum ditandainya dengan kotak-kotak.
"Berdasarkan pemetaan kita dan observasi dari seluruh lembaga survei, Sumatera ini kita di Aceh saja masih 50-50. Pekanbaru masih kalah, Sumatera Barat masih kalah, makanya kita gempur ini," kata Tjahjo di Jakarta, Kamis (26/6/2014).
Tjahjo menambahkan, untuk wilayah Jawa Barat pun Jokowi-JK menang tipis. Kembali ke Sumatera, upaya ini disebut Tjahjo telah membuahkan hasil dengan peningkatan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 itu.
"Kunjungan Pak JK pertama, Pak Jokowi pertama nggak ada efek. Tapi di Palembang ada perlawanan, dulu di sana nggak ada baliho Pak Jokowi-JK, kini sudah ada," ujar Tjahjo.
Sekjen PDIP ini menyebutkan, sistem bagi tugas, bahkan dengan menurunkan para ketua umum parpol pendukung, mampu memaksimalkan secara efisien peningkatan elektabilitas. Ia optimis, hasil survei selanjutnya akan membuat jarak Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta terpaut 12 persen.
"Ini yang harus kita gempur satu minggu ini. Kita optimis posisi bertambah 8-12 persen dari seluruh lembaga survei ya," ujarnya.
(vid/ndr)











































