“(SK Pemecatan) sudah saya terima,” ujar Poempida saat konferensi pers di Bellagio Mall, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2014).
Dalam SK Pemecatan yang diterima tertulis bahwa ia diberhentikan dari keanggotaan partai. “Isinya memang disampaikan bahwa saya diberhentikan dari keanggotaan, bukan kepengurusan. Artinya, sebagai kader,” kata pria yang juga anggota Komisi IX DPR itu.
Poempida menjelaskan ia diberhentikan dari keanggotaan Partai Golkar karena secara aktif dan secara publik mendukung capres nomor urut 2 tersebut. “Jadi berbeda dengan arahan dari partai,” katanya.
Meski begitu, Poempida mengaku tak pernah melakukan tindakan yang dilarang Golkar, seperti menggunakan atribut partai dan memobilisasi partai di daerah untuk mendukung Jokowi-JK.
Lantas apa Poempida akan hijrah ke partai lain yang bergabung dalam koalisi pasangan Jokowi-JK? “Banyak yang telepon dari Hanura dan Nasdem, tapi insya Allah saya paling cocok dengan Partai Golkar,” kata Poempida.
Ia berkomitmen untuk tetap berbakti pada partai yang sudah ia bela sejak 1995.
Sebelumnya, Poempida dan dua kader Golkar lainnya, yaitu Nusron Wahid dan
Agus Gumiwang dipecat dari partai berlambang beringin karena membelot dengan mendukung Jokowi-JK di Pilpres 2014.
“Di kubu sebelah terlalu banyak orang bermasalah, sedangkan di kubu kami adalah sepasang pemimpin yang ingin menyelesaikan masalah,” tutur Poempida.
(brn/brn)











































