"Saat ini masih tidak sadarkan diri. Kondisinya semakin memburuk, masih kritis," kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Tarakan, dr Maria Margaretha di RS Tarakan, Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).
Menurut dokter forensik yang merawat Yusri, dr Evi Untoro, penurunan kondisi Yusri disebabkan karena luka yang dideritanya. Luka bakar yang menjalar di tubuhnya sejak Selasa (24/6) lalu membuat kondisi tubuhnya semakin lemah.
"Pasien kritis karena lukanya. Dan memang masih harus dipasang alat bantu nafas," kata Evi.
RS Tarakan juga telah melakukan visum pada juru parkir liar Monas tersebut. Dari hasil visum itu menunjukkan bahwa Yusri benar menderita luka bakar.
"Hasil visumnya pasien menderita luka bakar 30% yaitu di bagian muka, leher, punggung dan lengan kiri kanan," kata dr Maria.
Hasil visum tersebut akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
(kff/ndr)











































