"Bicara infrastruktur nggak usah pusing. Contek saja Singapura," kata Ahok ketika jadi pembicara dalam Seminar bertajuk "Mencari Model Pembangunan Infrastruktur Transportasi Publik Kota Jakarta" di Hotel Pullman, Jakpus, Kamis (26/6/2014)
Namun, Ahok menambahkan ada yang tak boleh dicontek dari negara tetangga itu yakni soal teknik pengoperasian. Hal ini terkait dengan perilaku masyarakat Indonesia yang cenderung tidak disiplin dan banyak memakai alat komunikasi sosial ketika sedang kerja.
"Kalau di Singapura itu satu operator saja di ruangan. Kalau orang kita bisa masalah nanti, bisa-bisa pakai BB dia, Atau whatsapp-an atau instagram. Bisa tabrakan nanti keretanya kan. Nanti dia nonton bola lagi kayak kejadian di TransJakarta kemarin. Padahal gajinya sudah 3,5 UMP. Itu nggak bisa ditiru," ujar dia.
Ahok mencontohkan, salah satunya ketikdakberesan petugas pengatur lampu lalu lintas. Kurangnya kedisiplinan petugas membuat kemacetan tambah parah.
"Sebetulnya sudah ada petugas yang ngontrol mana lampu merah/hijau. Saya juga nggak tau dia awasi atau tidak," kata Ahok.
Dia bercerita kadang merasa kesal luar biasa karena antre lampu merahnya panjang tapi begitu lampu hijau (waktunya) pendek.
"Sudah enggak ada orang pun di jalur itu lampunya dihujauin. Kalau petugasnya perhatikan cctv, dia bisa lihat dan nyalakan lampu merah di ruas yang kosong dan memperlama durasi lampu hijau di ruas yang banyak kendaraan," ucapnya. "Ini kelemahan infrastruktur kita, secanggih apapun karena manusianya kita begitu," paparnya.
(ros/ndr)











































