"Ya terserah (Bawaslu). Ini sedang dirapatkan oleh tim kuasa hukum Prabowo," ujar Sutrisno saat ditemui di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Kamis (26/6/2014).
Dalam kesempatan ini, Sutrisno juga menegaskan, kubunya tidak akan melakukan kampanye hitam untuk mendulang suara masyarakat. Terlebih lagi dalam hitungan hari akan mulai memasuki bulan suci ramadan.
"Pak Mahfud dan Pak Prabowo sudah menjelaskan jangan sampai ada kampanye hitam. Apalagi sebentar lagi Ramadhan, jangan sampai ada fitnah," tutur pria yang sering menggunakan peci ini.
Sebelumnya, mantan Panglima ABRI Jenderal ini diadukan tim Prabowo-Hatta ke Bawaslu karena dianggap melakukan kampanye hitam, atas pernyataan soal pemberhentian Prabowo. Namun Bawaslu memutuskan Wiranto tak melanggar kampanye.
"Kampanye hitam itu menyampaikan hal-hal yang diharapkan menurunkan elektabilitas seseorang dan bukan fakta. Wiranto tidak ada kampanye, makanya tidak bisa dikategorikan sebagai kampanye," kata komisioner Bawaslu, Nelson Simanjuntak, Rabu (25/6) kemarin.
Nelson mengatakan keputusan itu diambil setelah Bawaslu menggelar rapat pleno dan mengklarifikasi hal tersebut kepada Mabes TNI yang juga memanggil Wiranto pada Selasa (24/6) kemarin.
(mok/mok)










































