Sejak kampanye pilpres dimulai tercatat tiga kali sudah capres Prabowo mengunjungi kota Surakarta yang juga dikenal dengan nama Solo itu. Pertama saat meresmikan tim pemenangan pada pekan terakhir Mei lalu, kedua pada 8 Juni bersamaan dengan haul mantan Presiden Soeharto.
Terakhir hari ini tim Prabowo kembali menggelar kampanye di Solo. Namun menurut Tim Kampanye Prabowo-Hatta, Hidayat Nur Wahid tiga kali kampanye di kota Bengawan itu bukan merupakan stretagi khusus capres yang diusung koalisi Merah Putih tersebut.
"Secara Prinsip, itu tidak usah disebut strategi khusus, karena tak bisa dipungkiri komposisi penduduk Indonesia mayoritas di Jawa. Indonesia ini tidak lepas dari kejawaannya, jadi akan legitimasi lebih kuat lagi. Jadi wajar saja," kata Hidayat di sela kampanye Prabowo di Lapangan Made, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2014).
Khusus di Jawa, Hidayat menargetkan kemenangan hingga 65 persen. Meski Solo dan sekitarnya merupakan basis PDI Perjuangan, namun politisi PKS ini yakin target itu realistis. Apalagi di Jawa Tengah duet Prabowo-Hatta didukung partai-partai yang memiliki kekuatan besar.
"Berada di kandang Banteng, tapi juga banyak-banyak rekan-rekan PDIP yang mendukung pak Prabowo. Jangan dikotak-kotakan ini kandang siapa?" kata Hidayat.
(erd/trq)











































