"Belanja iklan kedua capres dari tanggal 22 Mei-23 Juni 2014 di 5 kota besar dan 78 media, kedua capres telah menghabiskan dana sedikitnya Rp 38,58 miliar," ucap Project Coordinator SatuDunia Anwari Natari dalam jumpa pers di kantor KPU Jl Imam Bonjol, Jakpus, Rabu (25/6/2014). Hadir juga perwakilan dari KPI.
Menurutnya, pemantauan dilakukan secara berkala di media TV, radio dan koran di 5 kota besar di Indonesia. Untuk kalkuasi harga tiap iklan, diperoleh langsung dari media bersangkutan.
"Jumlah iklan capres Prabowo-Hatta Rp 19,17 miliar, masih lebih sedikit dibanding yang dikeluarkan Jokowi-JK Rp 19,41 miliar," ujarnya.
SatuDunia mendapat fenomena menarik dari penayangan iklan di media televisi nasional. Prabowo-Hatta lebih banyak beriklan di televisi milik MNC Group dan Bakrie Group. Sementara Jokowi-JK variatif di beberapa media dan paling banyak di RCTI 24,94%, MetroTV 7,49%.
Hal yang menariknya lainnya, di dua media televisi yang diketahui pemiliknya mendukung pasangan calon yaitu Tvone ke Prabowo-Hatta dan MetroTV ke Jokowi-JK, tidak ada satupun iklan Prabowo-Hatta di MetroTV. Sebaliknya Jokowi masih beriklan di Tvone.
"Belanja iklan capres di MetroTV dari 22 Mei-22 Juni sebesar Rp 1,488 miliar sebanyak 67 spot, seluruhnya iklan Jokowi-JK," ujarnya.
Sementara belanja iklan di TvOne untuk kedua capres mencapai Rp 4,95 miliar sebanyak 152 spot. 64 persen iklan Prabowo-Hatta dan 36 persen iklan Jokowi-JK.
"Bila kita cek website www.iklancapres.org hari ini, tampaknya belanja iklan Prabowo-Hatta mulai menggunli belanja iklan Jokowi-JK," ucapnya.
"Hari ini kita kirim (laporan ini) ke Bawaslu dan kebetulan mereka meminta laporannya karena mereka juga sedang fokus awasi belanja iklan capres," imbuh Anwari.
(bal/rna)











































