Pendiri Golkar: Saya Bisa Bilang untuk Pecat Ical

Pendiri Golkar: Saya Bisa Bilang untuk Pecat Ical

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2014 16:56 WIB
Pendiri Golkar: Saya Bisa Bilang untuk Pecat Ical
Suhardiman dikelilingi elite Golkar yang meminta saran dan masukan, Selasa (13/05/2014)
Jakarta - Pendiri Partai Golkar Suhardiman menolak keras pemecatan yang diteken Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terhadap tiga kadernya karena mendukung Jokowi-JK.

Bagi pendiri Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang membidani lahirnya Partai Golkar itu pemecatan tersebut sangat keliru. "Berapa kali ia sudah keliru melangkah sebagai seorang pemimpin," kata Suhardiman kepada wartawan di kediamannya, Jl. Kramat Batu No. 1, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (25/6).

Karena itu, Suhardiman memperingatkan kepada Ical untuk mundur dari kegiatan-kegiatan yang dianggap salah langkah ini.

Selanjutnya, Suhardiman yang dikenal sebagai "dukun" politik ini menyebut bahwa ia sebagai satu-satunya pendiri Golkar yang masih hidup berhak meminta ketua umum untuk mundur melalui mekanisme yang ada.

Tokoh politik lintas generasi berusia 90 tahun ini memandang Ical sudah menimbulkan perpecahan di kubu partainya sendiri dengan berbagai langkahnya yang salah. "Saya bisa bilang untuk memecat Ical, melalui Munaslub," kata Suhardiman menegaskan.

Adapun kalangan politikus muda Golkar terus menyuarakan protes keras atas pemecatan Nusron Wahid, Agus Gumiwang, dan Poempida Hidayatullah karena mendukung Jokowi-JK dalam Pilpres.

Seorang tokoh muda Golkar Indra Jaya Piliang menilai pemecatan yang disebabkan karena tidak pro Prabowo-Hatta itu sebagai bentuk diskriminasi.

Indra menyatakan sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan Ical yang dinilai keliru bisa ditempuh melalui jalur hukum dan politik. "Kalau secara politik ke PTUN. Kalau secara hukum ke pengadilan negeri," kata Indra ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (25/6).




(brn/brn)


Berita Terkait