Polisi mendata aksi perusakan oleh massa terjadi di 8 titik yang tersebar di Kota Yogya, Bantul dan Sleman. Akibatnya, sejumlah rumah, mobil, motor mengalami kerusakan. Selain itu, juga terdapat sejumlah korban yang mengalami luka akibat lemparan batu ataupun sabetan senjata tajam. Polisi menangkap satu orang pelaku perusakan di lokasi.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pujiastuti, mengatakan, aksi perusakan dan pelemparan batu di Bantul terjadi di 2 tempat, yakni di Padokan dan Kweni. Di Padokan salah seorang warga yang sedang menonton terkena lemparan batu sehingga menyebabkan luka. Di Kweni, Panggungharjo, Sewon, Bantul terjadi aksi pelemparan batu terhadap 3 rumah warga yang menyebabkan kaca-kaca jendela pecah, 3 mobil kaca pecah,dan 2 motor. Dalam kasus perusakan di Bantul ini, polisi telah meminta keterangan 10 orang saksi.
Di Sleman, tepatnya di Jalan Godean, satu warga menjadi korban terkena sabetan pedang di tangannya. Peristiwa ini terjadi saat pria tersebut lewat berpapasan dengan konvoi massa yang sedang melintas.
Di wilayah kota, aksi perusakan diantaranya terjadi di Tegalrejo yakni motor dan rumah dirusak, dan satu orang luka di kepala karena lemparan batu. Di Jl Hos Cokroaminoto tepatnya di depan Hotel Zodiak terjadi perusakan kendaraan. 3 Mobil yang sedang parkir di depan hotel, kacanya dirusak.
"Satu pelaku ditangkap di lokasi saat melakukan perusakan. Pelaku berinisial SNC (33), dan sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas," kata Anny Pujiastuti di Mapolda DIY, Rabu(25/6/2014).
Aksi perusakan di Kota juga terjadi di Muja-Muju, Umbulharjo, dengan kerusakan rumah dan mobil. Kaca jendela rumah dan kaca mobil dipecah. Perusakan juga terjadi di Brontokusuman, Kota Yogyakarta terdapat 1 rumah kaca pintu pecah dan 2 sepeda motor. Sementara bentrokan terjadi Taman Parkir Ngabean Yogyakarta, tidak ada korban di lokasi ini.
Pihak kepolisian mengimbau agar simpatisan dan timses masing-masing capres cawapres untuk saling menahan diri dan melaksanakan kesepakatan Pemilu damai yang telah dituangkan dalam deklarasi damai.
(mad/mad)











































