Ibunda Lettu Johan Sitohang Pingsan Berulang Kali
Jumat, 24 Des 2004 14:21 WIB
Jakarta - Sebagai umat Kristiani, Natal yang jatuh Sabtu besok adalah Natal yang menyedihkan bagi keluarga Letkol (Purn) Victor Sitohang. Anak bungsu mereka, Lettu Johan Sitohang, ikut tewas dalam kecelakaan heli Super Puma di Wonosobo."Ini Natal yang menyedihkan," keluh paman mendiang, Beni Sitohang di rumah duka Jl Wibisono, Halim Perdanakusumah, Jaktim, Jumat siang (24/12/2004). Ibunda Johan tak henti-hentinya berhenti menangis sambil berteriak histeris. Berkali-kali dia pingsan. Para keluarga dan pelayat tak mampu menenangkannya.Beni menuturkan, keponakannya berada di Yogyakarta untuk menghadiri pelantikan perwira baru Akademi Angkatan Udara (AAU). Rencananya, pria kelahiran 1979 ini akan kembali lagi ke Jakarta dengan menumpang pesawat komersial.Tapi di Yogya dia diajak pulang oleh seniornya dengan menumpang helikopter TNI AU Super Puma yang juga hendak menuju Jakarta. Beni menerima tawaran seniornya itu. Tapi di heli itulah Tuhan memanggilnya. Heli itu menabrak Pegunungan Dieng di Wonosobo hingga pecah berkeping-keping, menewaskan awak dan penumpangnya yang ada 14 orang, termasuk Johan.Orangtua Johan sebelumnya tidak menduga anaknya ikut tewas dalam heli itu. Pasalnya, hingga sore hari, lewat televisi mereka tidak melihat ada nama Johan sebagai korban tewas. Tapi ketika menjelang tengah malam, orangtua Johan menerima telepon dari TNI AU. Telepon itu menginformasikan bahwa Johan adalah salah satu korban tewas.Selain tak bisa merayakan Natal bersama keluarganya, Johan juga mengubur cita-citanya untuk menikah pada April 2005 nanti.Menurut rencana, Johan akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jaktim. Saat ini sejumlah kerabat keturunan Batak memenuhi rumah duka. Mereka mengenakan pakaian duka warna hitam lengkap dengan kain ulosnya. Jenazah Johan masih berada di Base Ops Halim Perdanakusumah untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka.
(nrl/)











































